sigemblung

Life as a teenager & toddler's mom

Farrell’s progress + hunting sekolah (agaaiiin) di Bintaro

leave a comment »

Karena aprl/may 2012 gw rencana pindah ke Bintaro, jadi mulailah gw hunting2 preschool di sana dari Des. Nanya2, browsing2 akhirnya sempetlah gw datengin 5 sekolah dalam 2 hari. 3 sekolah islam berbahasa indonesia, 1 montessori berbahasa inggris, 1 punya style sendiri berbahasa inggris. Daripada bolak balik, gw beli aja deh semua formulirnya meski belum tentu dipake.

Akhirnya dari 5 itu, gw memutuskan untuk coret 2 karena berbahasa Inggris. Coret juga 1 sekolah yg direkomen saudara gw karena sekolahnya terlalu besar. Dengan kondisi Farrell yang ga bisa diem dan selalu explore, gw ga yakin it’s a good idea untuk menempatkan dia di kelompok bermain yang sekolahnya terlalu besar dan bercampur dengan anak2 besar dan banyaaaaak. Mungkin gw salah, tapi itu insting gw dan ayahnya.

Akhirnya tersisa 2, sekolah berbasis agama. Gw dan ayahnya sih lsg sreg, guru2nya baik dan welcome banget dan ketika kita ceritain bahwa Farrell ada speech delay mereka juga ok. Nah tapinya mereka bilang akan ada observasi dulu, takutlah kita jangan2 nanti Farrell ga diterima karena keterbatasannya skr, tapi mereka convinced us biasanya ga ada yg ga diterima kok.

Akhirnya kita mulai dengan sekolah A, karena sebetulnya entah kenapa gw lebih sreg dengan sekolah ini karena mungkin gw udah ngobs ya dengan kepseknya yg ramah dan baik luar biasa. Tapi untuk berjaga2 gw daftarin juga ke sekolah satunya.

Observasi di sekolah pertama hanya dengan psikolog. Farrell diajak main sambil diobserve sih. Kira2 steng jam lah. Kalau di sekolah lainnya juga steng jam tapi dengan teman2 yang lain.

Akhirnya keluar hasil dari sekolah pertama. Gw ga sempet2 ngambilnya, jadilah eike minta tau hasilnya lewat telp. Dan pihak sekolah, bu kepseknya, nanya tentang speech delaynya (which gw udah info dr awal kan), dan katanya basically Farrell bisa diterima tapi harus ada koordinasi nantinya dgn terapisnya. Ok, gw menganggap ini penerimaan dgn syarat. Which is okay aja sih sebetulnya. Cuma dasar emak2 sensi ya, jadi rada males siih.

Teruuuussss.. Gw menunggu dengan deg2an dong hasil sekolah kedua (ini kaya nungguin gw lulus UMPTN sebetulnya ya deg2an nya). Dan kok ga ditelp2, dan ketika akhirnya gw telp katanya untuk Farrell masih belum ada karena masih ada yang harus didiskusikan antara psikolog dgn kepseknya. Langsung alarm gw bunyi neh. Eh betul aja, akhirnya gw ditelp dan hrs ketemu kepseknya.

Setelah ketemu kepseknya, gw dikasih liat hasil evaluasi Farrell yang pada intinya rekomendasinya adalah he’s not ready untuk kelompok bermain (yang menurut gw kata halus dari ga diterima). I tried to convince her, dia udah sekolah kok, di sekolah ikut kegiatan2. Dia belum bisa bicara, masih ga bisa konsentrasi, tapi maksud gw.. Ini kelompok bermain kan? Bukannya semua anak punya hak yang sama ya untuk mendapat pendidikan regardless of the condition? Kaya di aussie, yang dilihat kan cuma umurnya aja cukup masuk grade brapa tanpa ada observasi, tes or apapun. Tapi yah begitulah. Kepseknya sih bilang mereka basically welcome anyone, tapi mereka perlu tau setelah masuk apa yang hrs dilakukan thd si anak. Yah well acceptable, tapi gw udah broken into pieces, gw nahan sebisa mungkin ga nangis depan bu kepseknya. Pulangnya baru deh nangis bombay di jalan😦. Hiks, my boy..

Sebulan kemudian akhirnya ada keputusan kalau Farrell bisa diterima di situ, tapi gw merasakan keberatan yg sangat. Yah mending ga usah kali ya daripada dipaksain. Akhirnya gw mencari lagi sekolah lain, alhamdulilah dapet dan pas bgt sama kriteria gw. Bahasa indonesia, sesuai umur, kelas kecil, okelah meskipun msh baru dan di rumahan gt. Tadi gw trial, n I’m hepiii🙂.

Eniwei, hikmah hunting sekolah dan (agak2) rejectionnya ada jelas. Gw and his dad jadi ngeh kalau ini serius. Kita kaji ulang apa yg kita lakukan di rumah, terapinya gimana, mbanya gimana dll.

Strictly no tv since the day gw dipanggil ibu kepsek itu. Dan gw bawa Farrell ke klinik Pela untuk nyoba terapi yg lain. Terapi yg sekarang did show some progress but not the progress I’m expecting. Udah 8 bulan, tapi progressnya belum nyata kayanya. Mungkin karena ga gw latih juga ya di rumah. Bad emaaaaak😦.

So, akhirnya gw bawa ke Pela. Temen gw rekomendasiin di situ, let’s try, Bismillah. Memang tadinya gw udah daftar disitu, tapi takut males k jktnya, akhirnya ke hermina. Tapi di hermina dokternya cancel mulu dan ternyata cutay. Yasudahlah gw ga sabar. Alhamdulilah gw telp tggl 28 des abis kejadian dipanggil kepsek berderai air mata itu, tggl 29 ada spot di pela. Jadi gw dateng ke sana, Farrell diobserve lagi sama dokter dan psikolog. Untung rada mau ngerjain yang disuruh sama mereka. Dan gw baru ngeh kalau Farrell udah bisa nyusun balok2 tinggi, karena biasanya dia ga mau. 2 minggu kemudian assessment TW dan SInya. Oya, saran dokter dan psikolognya, max tv + ipad hanya 30min sehari. Ajak main yg interaktif dgn manusia🙂.

So, sudah dari tggl 28 Des 2011 no tv, no ipad di rumah. Tiap hari ada sesi belajar kaya waktu sama Om Dion, biar dia bisa konsen dikit. Alhamdulilah lancar. Trus mulai pagi 31 Des, gw pasangin lagu2 di ipod (ga di dvd player karena dia bisa marah minta pasang tv nya). Lagu2 anak2 biar rumahnya rame terus. Dan Farrell itu sukaaaaaa banget nyanyi kan (he can humm mr bean’s song in correct tones and tempo) jadi sekali denger lagu Heli, dia lsg nyanyi juga dengan bahasanya “heyi guk guk guk, ke mayi, guk guk guk, ayo wayi wayi”. Juga lagu naik2 ke puncak gunung “naik naik k wuak wuwung inggi inggi sekayi, kiyi kaan *gajelas gajelas*. Alhamdulilah menurut gw udah baguuuus banget. Insyaallah Farrell semakin pinter. Dan gw + ayahnya sudah agree ga perlu kita sekolahin di tempat yang ga sesuai dgn dia, kita akan cari sekolah yang bisa accomodate his needs. And I’ll do anything for that bahkan jika itu berarti gw hrs berada di sisinya all the time as long as he needs it. So, no tv + ipad, small therapy session di rumah, baca cerita, ayunan, lari2an, renang, lagu2, tentunya terapi diterusin tapi yg lebih terarah mungkin ya. Coba coba dan coba. Jangan malas jangan bosan, never give up.

*melanjutkan offline note*
Sudah hampir 3 minggu terapi di pela + latihan terus di rumah. Alhamdulilah progressnya bagus banget. Dr yg cuma sekitar 70 kata, sekarang sudah hampir 200 dlm 1 bulan. Di rumah diajarin 3x sehari, ikutin PR dari terapis, sikatin lidahnya 2x sehari. SInya jg dikerjain PRnya, masuk2in kc ijo ke botol, meronce, menjahit, renang, sepedaan, niup2..semua dah gw kerjain. Alhamdulilah belajarnya makin ok, bahkan terapisnya ampe nulis “ok banget”, udah mau duduk manis ga ngacak2 kartu. Udah beooo semua ucapan. Skr lg dilatih merangkai kata. Thank God, alhamdulilah makin pinter (konsekwensinya agak2 suka2 ndiri dan berisiik hehehe).

Thank you God for giving me this special kid.

Written by desinamangkuprawira

February 2, 2012 at 12:54 pm

Posted in Farrell

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: